Bappedalitbang Mengajak Generasi Muda Kabupaten Bogor yang Inovatif Menjadi Duta Inovasi

Bappedalitbang Mengajak Generasi Muda Kabupaten Bogor yang Inovatif Menjadi Duta Inovasi

Peningkatan daya saing daerah dan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, pada dasarnya juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari reformasi birokrasi. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan peluang pemerintah daerah untuk melakukan inovasi, sebagaimana diatur dalam pasal 386 yang menyatakan bahwa “Dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah dapat melakukan inovasi”.
Inovasi daerah juga dituntut mampu beradaptasi dengan hambatan dan tantangan di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan pelayanan publik yang berpedoman pada prinsip: peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bogor menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan inovasi di berbagai institusi baik SKPD, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Puskesmas dengan kebijakan “One Institution One Innovation, One Village One Innovation”. Oleh karena itu, perlu adanya sumber daya manusia yang berkualitas, sehat dan cerdas serta produktif untuk menggerakan inovasi di wilayah Kabupaten Bogor. Melalui Bappedalitbang sebagai koordinator inovasi daerah memprakarsai hadirnya Duta Inovasi melalui kolaborasi dan sinergi dengan Perguruan Tinggi yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Saat ini, sudah ada 10 perguruan tinggi (UIKA, UNPAK, STAI AL HIDAYAH, INAIS, IPB, Universitas Pancasila, Universitas Trilogi, UNB, UNIDA dan Polbangtan) yang berpartisipasi dalam kegiatan Duta Inovasi baik melalui kegiatan KKN/PBL maupun berintegrasi dengan kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)”, papar Ir. Suryanto Putra, MM, Kepala Bappedalitbang.

Suryanto menambahkan melalui Duta Inovasi juga merupakan sebagai salah satu kegiatan yang mendukung program Panca Karsa dan diharapkan dapat merepresentasikan agenda serta program-program pemerintah tentang upaya peningkatan daya saing daerah. Urgensi lainnya terkait dilaksanakannya Duta Inovasi adalah mengembangkan dan mendata inovasi yang terdapat di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari pencapaian target penilaian Indeks Inovasi Daerah Kemendagri. Harapannya, indikator-indikator indeks dan data pendukung dari inovasi yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Puskesmas dapat terkumpul secara lengkap.

Kegiatan Duta Inovasi pada tahun 2022 ini merupakan penyelenggaraan pertama, dimana Duta Inovasi ini akan ditempatkan di Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Puskesmas sebagai perwakilan Perguruan Tinggi terkait dalam kegiatan perumusan, pengembangan dan penyusunan evidence (bukti pendukung) inovasi daerah. Adapun maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan budaya inovasi melalui capaian kualitas dan kuantitas inovasi di Kabupaten Bogor dalam rangka pemenuhan Indeks Inovasi Daerah Kemendagri. Sedangkan tujuan Duta Inovasi ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi potensi, tantangan maupun permasalahan wilayah untuk selanjutnya menyusun rancangan inovasi daerah
2. Mengembangkan inovasi baik yang sudah ada maupun yang baru akan diciptakan
3. Meningkatkan kompetensi unsur Kecamatan/Desa/Kelurahan dalam merumuskan, mengimplementasikan dan menyusun evidence inovasi daerah
4. Menyusun dan mengumpulkan evidence inovasi daerah sesuai ketentuan indikator Indeks Inovasi Daerah Kemendagri
5. Mensosialisasikan dan mendistribusikan informasi tentang peran pemerintah terhadap program inovasi di Kabupaten Bogor melalui berbagai kegiatan seperti promosi tentang budaya inovasi di Kabupaten Bogor bagi generasi muda.

“Peserta dari Duta Inovasi ini adalah mahasiswa khususnya yang berdomisili di Kabupaten Bogor. Selanjutnya, mereka dilatih dan dibimbing untuk menjadi Duta Inovasi sehingga akan semakin banyak muncul inovasi baru pada instansi terkait dan diimplentasikan secara berkelanjutan” ujar Suryanto.
Suryanto menyampaikan bahwa Duta Inovasi juga hadir untuk menjawab permasalahan bahwa kapasitas Kecamatan/Desa/Kelurahan dalam menyelenggarakan pembangunan dalam konteks “inovatif” masih terbatas. Keterbatasan itu tampak dalam kualitas tata kelola, maupun sistem pendukungnya. Sebagai dampaknya, kualitas pelayanan publik kurang optimal dan kurang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan dengan adanya Duta Inovasi, mahasiswa dapat memberikan masukan terkait inovasi sehingga unsur Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat meningkat kemampuannya dalam berinovasi secara matang dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
Kegiatan Duta Inovasi terbuka bagi generasi muda yang memiliki motivasi, berkomitmen tinggi, berwawasan luas serta berfikiran terbuka untuk membangun dan memajukan Kecamatan/Desa/Kelurahan di Kabupaten Bogor.

Menindaklanjuti paparan di atas, STAI Al-Hidayah menyelanggarakan Seminar  “Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat Bersama Bappedalitbang Kabupaten Bogor – Stai Al Hidayah Bogor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *